TANGGAL 25 Desember 1873 dicatat oleh prajurit Belanda sebagai hari berperang di Kampoeng Lemboe di Aceh. Sayangnya, tak ada catatan detail tentang dimana persisinya Kampong Lemboe itu berada.
Catatan perang di Kampoeng Lemboe itu ditulis oleh Kapten Infanteri W.J.Philips dalam bukunya berjudul "Penjoeratan Pekerja-an Perang di Negeri Atjeh."
Buku yang dicetak tahun 1889 ini berisi 12 cerita perang pasukan Belanda di Aceh dari tahun 1873 hingga 1878. Tentu saja ceritanya dari sudut pandang serdadu Belanda.
Dalam pengantar buku itu Philips antara lain menyebutkan, cerita itu dibukukan agar menjadi menjadi contoh bagi serdadu Belanda yang lain.
Simaklah bunyi alenia pertama dari tiga alenia kata pengantar buku itu: "Maka goenaja tjerita tjerita ini, ija-itoe soepaja soldadoe soldadoe moeda mendapat tertoendjoek pada perboewatan jang masjhoer kawannja, sedang perang di negerie Atjeh, dan djoega soepaja dia orang menoeroet kalakoean pelawan itoe, kaloe ija dikirimkan ka medang perang."
Di bawah ini adalah catatan W.J. Philips tentang peristiwa pada 25 Desember 1873, sesuai ejaan aslinya.Perang di Kampoeng Lemboe
Pada hari 25 December 1873.
Dari pada segala perboewatan pelawan di negeri Atjeh, jang haroes di tjeriterakan, ija- itoe sakoetika bataljon tiga berperang di kampoeng Lemboe pada hari 25 boelan Dec. 1873.
Maskipoen waktoe itoe beberapa soldadoe mininggal doenija di medan perang, akan tetapi kabraniannja itoe memberikan kahormatan kapada bandera narandji, jang mengikoet bataljon tiga.
Dari sabab itoe dan akan lain perboewatan di medan perang, pada titah Eadja bandera itoe beroleh bintang karadjaƤn, ternama Militaire Willemsorde.
Haroeslah satoe-satoe soldadoe jang mengi- koet bataljon tiga itoe, salamanja mengingati perboewatan pelawan temannja dhoeloe.
Maka baiklah satoe-satoe soldadoe tahoe perboewatan bataljon tiga, sedang berperang akan mengalahkan kampoeng Lemboe, jang teramat koewatnja.
Pada hari jang terseboet di atas ini, bataljon tiga bersama dengan lain-lain Bataljon di soeroeh berangkat ka-kampoeng Lemboe.
Berbahaja betoel bataljon tiga itoe, sedang menghadap benteng-benteng jang berkoeliling pinggir kampoeng.
Doewa kali benteng itoe di serang sabaik- baiknja, maka doewa kali djoega bataljon itoe di oendoerkan oleh moesoeh.
Tatkala itoe mendjadikan ketjil hati soldadoe, maka Adjudant onder-officier E. C. O. VON BREDOW, jang memikoel bandera narandji itoe laloe berlari ka pinggir kampoeng, serta bandera itoe di tanamkan di kaki tembok benteng.
Baroelah orang menengok berbahaja bandera itoe, maka satjepat-tjepatnja officier dan soldadoe berlari kahadapan, sedang bandera itoe di kepoengkan berkoeliling.
Seperti karang batoe di tengah laoet, jang sija-sija di poekoel ombak, serta tida bisa di roeboehkan, bagitoelah orang-orang pelawan itoe tetap tinggal di tampatnja.
Maskilah beriboe pelor moesoeh berbahajakan officier dan soldadoe jang mengepoeng bandera itoe, maka tida ada satoe jang meng- ingat akan moendoer.
Bersama-sama, benteng Atjeh itoe dilanggar dengan soenggoeh-soenggoeh, maskipoen koewat sangat pelawanan moesoeh itoe.
Seperti matjan galak bataljon tiga itoe tampil menjerang benteng-benteng Atjeh. sertamerebahkan segala barang, jang menahankan djalannja ; moesoeh itoe jang berani melawan ditikam dengan bajonet.
Tida lama kamoedian dari pada itoe; antero kampoeng dikalahkan.
Maka dari sabab kalakoean, jang amat beraninja, bintang tandjoeng, ija-itoe M i l i t a i r e Willemsorde di berikan kapada Adjudant onder-offlcier VON BREDOW, Sergeant majoor J. BACH, dan Sergeant ambon L. LATOEMAINA.
Bintang tandjoeng itoe jang soedah di be- rikan kapada bandera narandji bataljon tiga menoendjoekan kabranian dan satija orangnja.
Maka haroeslah anak-anak soldadoe jang mengikoet bataljon tiga itoe, baik di medan perang baik di tampat perdamejan salamanja mengingat akan lakoe djalan temannja dhoe- loe, jang dengan hati besar boleh toendjoek pada perboewatannja itoe.
Haroes djoega satoe-satoe soldadoe mengingat akan kaharoesannja, kaloe di serahkan pelawanan banderanja.
Maski berbahaja betoel, djangan sekali-kali orang mengingat akan tinggalkan banderanja, maka lebih baik tetap di tampatnja atawa meninggal doenija di medan perang.[]
25 Desember 1873, Perang di Kampoeng Lemboe Atjeh
Share this
Related Articles :
Arsip Blog
-
▼
2006
(6743)
-
▼
Oktober
(1362)
- Merapi, Antara Mitos dan Kepercayaan
- IBNU AL-HAITSAM: SEJARAH PENEMUAN OPTIK DAN PENGAR...
- Penaklukkan-penaklukkan atas Kerajaan Melayu
- Sejarah Tahun Baru
- World History and the Secret to Studying
- Apakah Benar Sniper Aceh Itu Ada, Atau Hanya Donge...
- Teori Evolusi Darwin ditepis Islam
- Kuil Berusia 2.750 Tahun Ditemukan di Israel
- Pantau Hilal Lewat 'Streaming' Bosscha
- Fosil Kayu Tertua di Dunia
- Reaktor Nuklir Mungkin Dibangun di Bulan
- Seabad Lagi, 1 Syawal Tak Perlu Diributkan
- Mars Dahulu Memiliki Samudra
- Berapa Jumlah Spesies Penghuni Bumi?
- Digali, Peternakan Tertua Berumur 9000 Tahun
- Misteri UFO Kembali Muncul di Siberia
- Kisah Raja dan Budak Hitam
- Kenali Musuh Anda – Daftar Anggota “Komite 300”
- Pustaka Lontar
- Peralihan Kekuasaan Kesultanan Mataram 1578 - 1677
- Dua Kerangka Manusia Prasejarah Ditemukan di Goa K...
- Yahudi Gagal Membunuh Nabi Isa A.s.
- Komplotan Roma (The Club of Rome)
- Waspadai “Injilisasi” Umat Islam bag. 2
- Waspadai “Injilisasi” Umat Islam bag. 1
- Apa buktinya Bibel dikarang oleh manusia ?
- Benarkah Isa Itu Tuhan?
- Inilah Bukti-bukti Kesesatan Islam Jama’ah – LDII
- Meneliti Riwayat Kesucian Al Kitab (Bible)
- Mempertahankan Peradaban Aceh
- Peninggalan Hindu di Mesjid Tua Indrapuri
- Merekam Jejak Ratu Perang Aceh Cut Nyak Dhien
- Menelisik Silsilah Raja-Raja Islam di Aceh
- sejarah-singkat-aceh-darussalam
- Hubungan Mesra Aceh dan Inggris
- Penampakan UFO di atas gedung BBC London - Rekayasa?
- Asteroid Raksasa Nyaris Hantam Bumi
- Planet Kembaran Bumi Diprediksi Ditemukan Pada 2013
- Umat Kristen Tak Yakin Yesus Lahir 25 Desember
- Natal dan Tahun Baru Syi'ar Agama Kafir, Umat Isla...
- Istana Al-Bahia, Mutiara di Kota Marrakech (3)
- Istana Al-Bahia, Mutiara di Kota Marrakech (4-habis)
- Istana Al-Bahia, Mutiara di Kota Marrakech (1)
- Istana Al-Bahia, Mutiara di Kota Marrakech (2)
- Ensiklopedi Islam: Ka'bah (2-habis)
- Sejarah Papua, Sesatkah?
- Ternyata Makam Pahlawan KH. Mas Mansyur dekat Suna...
- THE HOLLYWOOD KABBALAH CULT UNMASKED
- Gunung Padang Cilacap Berbentuk Piramida
- VIDEO: Situs Gunung "Piramida" di Cilacap
- Ditemukan Puluhan Mumi Anak Berusia 1000 Tahun
- 'Alien Pertama Temuan Manusia Sangat Modern'
- Ingin Tahu Bentuk Tetesan Air di Luar Angkasa?
- 9 Nama Iblis yang Menggoda & Menjerumuskan Manusia
- Surat Perjanjian Hitler Dengan Iblis
- Gambar UFO Masa Lalu
- Fenomena Aneh Di Langit Singapura
- Orang Inuit : "Something Wrong with The Sun, Earth...
- Situs Prasejarah 3 zaman (sejak 20.000 thn yang la...
- Apa Benar Orang Sunda Berdarah Arya
- Kisah Syafa’atul ‘uzhma, keistimewaan Rasulullah S...
- Tanda Kiamat Akan Muncul di Arab Saudi!
- Rahasia Mengejutkan Moyang Awal Manusia
- TANAH JAWA : TANAH KERAMAT, TANAH PARA NABI ??
- Meriam Lada Sicupak, Jejak Turki di Bumi Peureulak
- Syeikh Abbas Kuta Karang Ahli Astrologi Aceh
- Para Sultan Keturunan Dinasti Sayed
- Menyusuri Hubungan Mesra Kerajaan Aceh Darussalam ...
- Fenomena Blackhole Dan Mukjizat Tak Terbantahkan S...
- Rahasia Dibalik Kalimat Adzan Di Waktu Subuh
- Ilmu Psikologi Dan Hancurnya Pemerintahan Islam Turki
- Misteri Kehancuran Kota Sodom Terungkap Oleh Sains
- Peradaban Aceh Bak Oase Gurun Sahara
- Dinar Dirham Telah Kembali di Bumi Aceh Darussalam
- Asal Muasal UFO
- Fenomena misterius di langit Xian - UFO, Naga atau...
- Flashback: Foto sepasang naga Kutai yang menggempa...
- Apakah Alien Itu Benar-benar Ada? .
- Kota Misterius' Muncul di Atas Sungai China
- Inilah Takdir Bumi
- Inilah Rahasia Terbesar Bulan
- Ilmuwan Rusia: 2031, Manusia Akan Bertemu Alien
- Asteroid Sebesar Bus Dekati Bumi
- Menelusuri Arsip Perdagangan di Hindia Timur
- Peradaban Manusia
- Hubungan Islam-Kristen: Catatan Sejarah untuk Kola...
- Ensiklopedi Islam: Ka'bah (1)
- Filosofi Gelap Freemasonry Ateis (3-habis)
- Filosofi Gelap Freemasonry Ateis (1)
- Ummul Quro (Makkah): Kota Tertua Dunia
- Nisan Bertuliskan Kalimat Syahadat: Saksi Bisu Per...
- Filosofi Gelap Freemasonry Ateis (2)
- Sejarah Lembaga Keuangan Islam
- Emas Berasal dari Angkasa Luar
- Ayasofya, Saksi Kisah Dramatis Jatuhnya Konstantin...
- Ahli: Tak Ada Alasan Takut Pada Alien
- Lintasan Sejarah NTT
- Apa yang Terjadi Jika Bumi Berhenti Berputar?
- Menguak Misteri Kehidupan Luar Angkasa
- Belajar dari Sejarah Bencana Sumatera
- Sultan Iskandar Muda; Kerajaan Aceh Menurut Catata...
- Hari Kiamat, Mengeringnya Sungai Eufrat
- Hilangnya Sebuah Desa di China Secara Misterius
- Planet Berlian dari Bintang Mati
- Misteri Goa Terbesar di Dunia yang Angker dan Meng...
- Bintang Terdingin Lebih Dingin dari Api
- Kisah di balik Gedung Sate, Bandung
- Konstantinopel & Roma
- Fosil Mirip Tikus Bisa Ungkap Evolusi Manusia
- Ada Sungai di Bawah Sungai Amazon
- Jika Bukan Keju, Terbuat dari Apa Bulan?
- NASA Temukan Bintang Terdingin di Semesta
- Dajjal: Dari Zionisme Hingga Dolar?
- Dajjal, Si Pembuat Kerusakan di Muka Bumi
- Freemason dalam Sejarah Indonesia
- Inilah Illuminati dan Bahayanya
- Inilah Bahaya Dajjal
- Inilah Ciri-ciri Dajjal Menurut Rasulullah SAW
- Gerbang Lod: Inilah Tempat Penaklukan Dajjal
- In Picture: Yerusalem dan Sekitarnya 120 Tahun Silam
- Misteri Dajjal di Segitiga Bermuda
- Memugar Situs Kutai di Sulawesi Selatan
- Sejarah Pengukuran Bumi
- Kenapa Dulu Eropa Terobsesi Rempah-rempah?
- Obyek Misterius Melubangi Saturnus
- Ilmuwan Temukan Jejak Mahkluk Tertua di Bumi
- Para Perempuan di Sekeliling Sultan Iskandar Muda
- Sultan Iskandar Muda; Surat Dagang Kerajaan Aceh d...
-
▼
Oktober
(1362)