Rusun mahasiswa diharapkan jadi pembinaan kebhinnekaan

Yogyakarta (ANTARA News) - Rumah susun asrama mahasiswa diharapkan bisa menjadi sarana pembinaan kebhinnekaan, kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.

"Melalui rumah susun (rusun) asrama itu diharapkan mahasiswa dari beragam latar belakang suku dan agama bisa saling berinteraksi dalam kebersamaan yang harmonis," katanya di Yogyakarta, Rabu.

Pada peletakan batu pertama pembangunan rusun asrama mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Kinanti 2 dan 3, ia mengatakan pembangunan rusun asrama tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap UGM dalam membina mahasiswa yang heterogen.

Selain itu, juga ditujukan untuk membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dalam penataan permukiman perkotaan.

"Pembangunan rusun asrama mahasiswa itu diharapkan bisa ikut mencegah dan mengatasi permukiman kumuh sebagai dampak bertambahnya mahasiswa baru UGM," katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan keberadaan asrama mahasiswa bisa memperkuat kebersamaan mahasiswa dari berbagai daerah.

Menurut dia, asrama mahasiswa dibangun tanpa melihat latar belakang mahasiswa. Hal itu berbeda dengan asrama yang dibangun pemerintah kabupaten atau kota yang peruntukannya hanya untuk mahasiswa setempat.

"Dengan tinggal di asrama mahasiswa kebersamaan antarmahasiswa dengan keberagaman suku, budaya, dan agama bisa terbangun. Setelah setahun dan pindah di tengah masyarakat akan semakin memperkuat kebersamaan, tidak memulai dari nol lagi," katanya.

Rektor UGM Pratikno mengatakan rusun asrama mahasiswa Kinanti 2 dan 3 dibangun atas kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum dengan UGM.

"Pembangunan dilakukan dalam bentuk dua twin block, lima lantai dengan 200 unit per kamar tipe 24 senilai Rp26 miliar. Pembangunan ditargetkan selesai pada Mei 2014," katanya.
(B015/M008)


http://www.antaranews.com/berita/403893/rusun-mahasiswa-diharapkan-jadi-pembinaan-kebhinnekaan