Gusti Yusri akhirnya ditetapkan sebagai raja ke XIV sekaligus penerus dari Keraton Paku Negara, Tayan, setelah hampir 45 tahun kerajaan tersebut tidak memiliki sosok pemimpin.
"Dengan ditetapkannya Gusti Yusri sebagai raja dari Keraton Paku Negara, maka saat ini sudah ada 12 kerajaan/keraton yang ada di Kalimantan Barat (Kalbar) yang menunjukkan revitalisasinya di tengah arus globalisasi saat ini," kata Tokoh Kalbar, Gusti Suriansyah di Pontianak, Jumat.
Gusti Suriansyah selaku Ketua Majelis Perhimpunan Kerajaan/Keraton Nusantara Kalbar mengatakan, sebenarnya ada sekitar 21 kerajaan/keraton di provinsi tersebut, namun baru 11 kerajaan/keraton yang eksis.
Dengan dilantiknya Gusti Yusri sebagai Raja Keraton Paku Negara, menurutnya, jumlah kerajaan/keraton yang sudah memiliki eksistensinya ada 12.
Gusti Suriansyah mengatakan, diaktfkannya kembali keberadaan Keraton Paku Negara dalam struktur kerajaan/keraton di Kalbar saat ini bukan sekedar gagah-gagahan, melainkan untuk memberikan sumbangsih peran kerajaan/keraton dalam pembangunan daerah.
"Ini juga tidak ada kaitannya dengan aktifitas politik di Kalbar saat ini, namun murni untuk melestarikan budaya dari Keraton. Untuk melegalkan pengangkatan saudara Gusti Yusri sebagai raja Paku Negara Tayan ke XIV, maka pada tanggal 26 Mei nanti akan dilakukan upacara penobatan di keraton Paku Negara Tayan," ungkapnya.
Gusti Suriansyah yang juga menjabat sebagai Raja Ismyana Landak berharap, kerajaan/keraton lainnya di Kalbar dan belum melakukan penobatan rajanya agar bisa segera melakukan, agar eksistensi kerajaan/keraton bisa semakin kuat dalam membantu terwujudnya proses pembangunan oleh Pemerintah Daerah.
Sementara itu, salah satu kerabat Kerajaan Paku Negara Tayan, Gusti Syabirin mengatakan, penunjukkan Gusti Yusri yang juga adik kandungnya sebagai Raja Paku Negara Tayan ke XIV berdasarkan keputusan bersama 14 saudara putra Gusti Ismail.
Gusti Ismail sendiri bergelar Panembahan Tayan dengan gelar Panembahan Paku Negara dan merupakan Raja Paku Negara Tayan ke XIII.
"Ayahda kami Gusti Ismail dinobatkan sebagai Raja Paku Negara Tayan pada tahun 1945. Namun, pada tahun 1967, ayahanda kami meninggal dunia dan sejak saat itu kami belum melakukan pelantikan raja baru," katanya.
Berdasarkan surat dari Majelis Perhimbunan Kerajaan/Keraton Nusantara Kalbar, yang meminta agar garis pemerintahan Keraton Paku Negara Tayan di aktifkan kembali, Ismail dan saudara-saudari lainnya memutuskan memilih Gusti Yusri untuk dilantik sebagai raja Paku Negara Tayan berikutnya.
"Penetapan ini juga kami lakukan berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Ibu Ratu Tayan untuk menobatkan Raja baru ditunjuk langsung oleh Ibu Ratu Tayan dari 14 bersaudara anak-anaknya, makanya kami mengaminkan keputusan tersebut," tuturnya.
Di tempat yang sama, Gusti Yusri mengatakan, penunjukkan tersebut membuat dirinya memiliki tanggung jawab besar untuk meneruskan garis Keraton Paku Negara.
"Terus terang, saya sangat terharu atas dukungan saudara-saudara, terlebih dari masyarakat terhadap penetapan saja sebagai Raja Tayan," ujarnya.
Namun, menurutnya, tanggung jawab ini akan dijalankannya sebaik mungkin, agar kerajaan ini bisa memberikan konstribusinya dalam pembangunan daerah.
"Terutama dalam menjaga kelestarian budaya Tayan yang mungkin saat ini sudah banyak yang dilupakan," katanya.
Dia menyatakan pula, eksistensi agar Kerajaan Paku Negara Tayan dapat diakui, menjadi salah satu target ke depan, agar seluruh daerah mengenal Keraton Tayan.
"Tidak saja sebagai sejarah, tetapi sebagai wujud sejarah dari pembangunan sebuah negara yang dulunya berasal dari penggabungan seluruh kerajaan menjadi negara Indonesia," demikian Raja Gusti Yusri.
ANT
Raja Gusti Yusri Penerus Kerajaan Paku Negara
Share this
Related Articles :
Arsip Blog
-
▼
2006
(6743)
-
▼
Oktober
(1362)
- Merapi, Antara Mitos dan Kepercayaan
- IBNU AL-HAITSAM: SEJARAH PENEMUAN OPTIK DAN PENGAR...
- Penaklukkan-penaklukkan atas Kerajaan Melayu
- Sejarah Tahun Baru
- World History and the Secret to Studying
- Apakah Benar Sniper Aceh Itu Ada, Atau Hanya Donge...
- Teori Evolusi Darwin ditepis Islam
- Kuil Berusia 2.750 Tahun Ditemukan di Israel
- Pantau Hilal Lewat 'Streaming' Bosscha
- Fosil Kayu Tertua di Dunia
- Reaktor Nuklir Mungkin Dibangun di Bulan
- Seabad Lagi, 1 Syawal Tak Perlu Diributkan
- Mars Dahulu Memiliki Samudra
- Berapa Jumlah Spesies Penghuni Bumi?
- Digali, Peternakan Tertua Berumur 9000 Tahun
- Misteri UFO Kembali Muncul di Siberia
- Kisah Raja dan Budak Hitam
- Kenali Musuh Anda – Daftar Anggota “Komite 300”
- Pustaka Lontar
- Peralihan Kekuasaan Kesultanan Mataram 1578 - 1677
- Dua Kerangka Manusia Prasejarah Ditemukan di Goa K...
- Yahudi Gagal Membunuh Nabi Isa A.s.
- Komplotan Roma (The Club of Rome)
- Waspadai “Injilisasi” Umat Islam bag. 2
- Waspadai “Injilisasi” Umat Islam bag. 1
- Apa buktinya Bibel dikarang oleh manusia ?
- Benarkah Isa Itu Tuhan?
- Inilah Bukti-bukti Kesesatan Islam Jama’ah – LDII
- Meneliti Riwayat Kesucian Al Kitab (Bible)
- Mempertahankan Peradaban Aceh
- Peninggalan Hindu di Mesjid Tua Indrapuri
- Merekam Jejak Ratu Perang Aceh Cut Nyak Dhien
- Menelisik Silsilah Raja-Raja Islam di Aceh
- sejarah-singkat-aceh-darussalam
- Hubungan Mesra Aceh dan Inggris
- Penampakan UFO di atas gedung BBC London - Rekayasa?
- Asteroid Raksasa Nyaris Hantam Bumi
- Planet Kembaran Bumi Diprediksi Ditemukan Pada 2013
- Umat Kristen Tak Yakin Yesus Lahir 25 Desember
- Natal dan Tahun Baru Syi'ar Agama Kafir, Umat Isla...
- Istana Al-Bahia, Mutiara di Kota Marrakech (3)
- Istana Al-Bahia, Mutiara di Kota Marrakech (4-habis)
- Istana Al-Bahia, Mutiara di Kota Marrakech (1)
- Istana Al-Bahia, Mutiara di Kota Marrakech (2)
- Ensiklopedi Islam: Ka'bah (2-habis)
- Sejarah Papua, Sesatkah?
- Ternyata Makam Pahlawan KH. Mas Mansyur dekat Suna...
- THE HOLLYWOOD KABBALAH CULT UNMASKED
- Gunung Padang Cilacap Berbentuk Piramida
- VIDEO: Situs Gunung "Piramida" di Cilacap
- Ditemukan Puluhan Mumi Anak Berusia 1000 Tahun
- 'Alien Pertama Temuan Manusia Sangat Modern'
- Ingin Tahu Bentuk Tetesan Air di Luar Angkasa?
- 9 Nama Iblis yang Menggoda & Menjerumuskan Manusia
- Surat Perjanjian Hitler Dengan Iblis
- Gambar UFO Masa Lalu
- Fenomena Aneh Di Langit Singapura
- Orang Inuit : "Something Wrong with The Sun, Earth...
- Situs Prasejarah 3 zaman (sejak 20.000 thn yang la...
- Apa Benar Orang Sunda Berdarah Arya
- Kisah Syafa’atul ‘uzhma, keistimewaan Rasulullah S...
- Tanda Kiamat Akan Muncul di Arab Saudi!
- Rahasia Mengejutkan Moyang Awal Manusia
- TANAH JAWA : TANAH KERAMAT, TANAH PARA NABI ??
- Meriam Lada Sicupak, Jejak Turki di Bumi Peureulak
- Syeikh Abbas Kuta Karang Ahli Astrologi Aceh
- Para Sultan Keturunan Dinasti Sayed
- Menyusuri Hubungan Mesra Kerajaan Aceh Darussalam ...
- Fenomena Blackhole Dan Mukjizat Tak Terbantahkan S...
- Rahasia Dibalik Kalimat Adzan Di Waktu Subuh
- Ilmu Psikologi Dan Hancurnya Pemerintahan Islam Turki
- Misteri Kehancuran Kota Sodom Terungkap Oleh Sains
- Peradaban Aceh Bak Oase Gurun Sahara
- Dinar Dirham Telah Kembali di Bumi Aceh Darussalam
- Asal Muasal UFO
- Fenomena misterius di langit Xian - UFO, Naga atau...
- Flashback: Foto sepasang naga Kutai yang menggempa...
- Apakah Alien Itu Benar-benar Ada? .
- Kota Misterius' Muncul di Atas Sungai China
- Inilah Takdir Bumi
- Inilah Rahasia Terbesar Bulan
- Ilmuwan Rusia: 2031, Manusia Akan Bertemu Alien
- Asteroid Sebesar Bus Dekati Bumi
- Menelusuri Arsip Perdagangan di Hindia Timur
- Peradaban Manusia
- Hubungan Islam-Kristen: Catatan Sejarah untuk Kola...
- Ensiklopedi Islam: Ka'bah (1)
- Filosofi Gelap Freemasonry Ateis (3-habis)
- Filosofi Gelap Freemasonry Ateis (1)
- Ummul Quro (Makkah): Kota Tertua Dunia
- Nisan Bertuliskan Kalimat Syahadat: Saksi Bisu Per...
- Filosofi Gelap Freemasonry Ateis (2)
- Sejarah Lembaga Keuangan Islam
- Emas Berasal dari Angkasa Luar
- Ayasofya, Saksi Kisah Dramatis Jatuhnya Konstantin...
- Ahli: Tak Ada Alasan Takut Pada Alien
- Lintasan Sejarah NTT
- Apa yang Terjadi Jika Bumi Berhenti Berputar?
- Menguak Misteri Kehidupan Luar Angkasa
- Belajar dari Sejarah Bencana Sumatera
-
▼
Oktober
(1362)