12 perempuan di Malang positif HIV/AIDS

Malang (ANTARA News) - Sebanyak 12 perempuan yang berstatus sebagai ibu rumah tangga di wilayah Malang Raya terdeteksi positif menderita penyakit Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).

Peneliti dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Rinekso Kartono di Malang, Selasa mengemukakan dari hasil penelitian yang dilakukannya sejak 2009 hingga saat ini, ada 12 ibu rumah tangga di Malang Raya (Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang) yang positif terinfeksi HIV/AIDS.

"Ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV/AIDS ini rata-rata masih berusia produktif antara 19-30 tahun dan tren penularannya sebagian besar juga langsung dari pasangan mereka masing-masing," kata dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Kesejahteraan Sosial (Kesos) UMM tersebut.

Ia mengemukakan secara umum peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS di lingkungan ibu rumah tangga tersebut cukup signifikan, yakni sekitar 40 persen (secara nasional).

Rinekso mengakui penelitian yang dilakukannya itu merupakan penelitian kasus per kasus dan masih terus berlanjut bersamaan dengan penelitian untuk bidang lain yang masih bersentuhan dengan masalah sosial.

Dari hasil penelitian tersebut, ujarnya, tren penularan HIV/AIDS akhir-akhir ini mengalami pergeseran. Jika sebelumnya melalui jarum suntik yang digunakan secara bergiliran dan seks bebas, saat ini justru ditularkan secara langsung, meski itu tidak disadari oleh pasangan.

Menurut Rinekso, salah satu penyebab meluasnya ibu rumah tangga yang tertular HIV/AIDS, adanya kebijakan penutupan lokalisasi legal di sejumlah kawasan. Padahal, dengan adanya kebijakan penutupan lokalisasi itu justru akan lebih mengerikan.

Salah satu dampak dari ditutupnya lokalisasi legal tersebut, katanya, semakin tingginya angka pemerkosaan dan semakin "liarnya" operasi para pekerja seks komersial.

Padahal, lanjutnya, adanya lokalisasi bisa mencegah pemerkosaan dan para pekerja seks komersial juga bisa diawasi, karena ada aturan-aturan yang harus dipatuhi.

"Bukannya saya mendukung adanya lokalisasi, namun seharusnya lokalisasi itu hanya dibatasi jumlahnya, diatur jam operasionalnya serta adanya aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh seluruh penghuni lokalisasi tersebut," tegasnya.


http://www.antaranews.com/berita/392445/12-perempuan-di-malang-positif-hivaids