Presiden bertolak ke Kazakhstan

Jakarta (ANTARA News)) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono, Minggu pagi, dijadwalkan bertolak ke Kazakhstan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan ke berbagai negara selama sepekan, 1-7 September.

Selain melakukan kunjungan ke Kazakhstan, Kepala Negara dijadwalkan mengunjungi Polandia dan menghadiri KTT G20 di St Petersburg, Rusia.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan kunjungan Presiden RI ke Astana, Kazakhstan dilakukan atas undangan Presiden Nursultan Nazarbayev.

"Kunjungan tersebut juga merupakan kunjungan balasan terhadap kunjungan Presiden Nazabayev," katanya.

Selama di Astana, Presiden Yudhoyono akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Nazarbayev.

Bidang-bidang kerja sama yang akan dibahas pada pertemuan bilateral tersebut, antara lain terkait kerja sama perdagangan dan investasi, kerja sama ketahanan pangan dan energi, kerja sama sosial budaya, dan kerja sama pendidikan.

Presiden RI dengan Presiden Kazakhstan juga dijadwalkan akan menyaksikan penandatanganan lima Nota Kesepahaman di bidang ekonomi, penanggulangan terorisme, pencucian uang dan pembiayaan terorisme, kebudayaan serta pendidikan dan pelatihan diplomatik.

Selain itu, Presiden Yudhoyono dijadwalkan akan bertemu dengan PM Kazakhstan, Y.M. Serik Akhmetov dan pelaku bisnis utama Kazakhstan.

Setelah kunjungan ke Astana usai, Presiden RI beserta rombongan akan bertolak menuju Warsawa, Polandia, guna memenuhi undangan yang disampaikan oleh Presiden Polandia.

Kunjungan ini merupakan kunjungan ketigakalinya yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia ke Polandia sejak dibukanya hubungan diplomatik pada tahun 1955.

Kunjungan pertama dilakukan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1959 dan kunjungan yang kedua oleh Presiden Megawati pada tahun 2003.

Selama di Polandia, Presiden Yudhoyono dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Polandia, Y.M. Bronisaw Komorowski.

Selain itu, akan dilakukan pertemuan dengan PM Polandia, Donald Tusk, dan Ketua Senat Polandia, Bogdan Borusewicz.

Bidang-bidang kerja sama yang akan dibahas pada pertemuan bilateral dengan Presiden Polandia, utamanya kerja sama di bidang perdagangan dan investasi pertambangan, energi dan lingkungan hidup serta pertahanan dan keamanan.

Bidang kerja sama lainnya yang akan juga dimajukan adalah dibidang pendidikan dan kerja sama antarmasyarakat.

Pada kesempatan kunjungan kenegaraan itu akan ditandatangani nota kesepahaman di berbagai bidang, di antaranya di bidang perikanan, pertanian, perdagangan, investasi, pertambangan, dan pendidikan.

Untuk lebih memfasilitasi interaksi pejabat kedua negara, akan pula ditandatangani perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor dinas dan diplomatik.

Kunjungan terakhir Presiden RI dalam rangkaian lawatan ini adalah St. Petersburg, Rusia, guna menghadiri KTT ke-8 G-20.

Bersama para pemimpin G-20, Presiden Yudhoyono juga akan menghadiri dialog informal G-20 dengan Business 20 (B20) dan Labor 20 (L20).

Topik yang akan dibahas dalam dialog tersebut adalah "promoting growth and job".

Pada tanggal 7 September 2013, Presiden RI beserta delegasi Indonesia akan kembali ke Indonesia.


http://www.antaranews.com/berita/393358/presiden-bertolak-ke-kazakhstan