Sambil menyulut rokoknya diiringi musik berirama dangdut yang mengalun memenuhi seisi warung, pemuda itu memandangku dengan sorot matanya yang dipenuhi tanya. Dia seperti heran oleh pertanyaan yang menurutku sederhana: “apakah anda tahu Tribhuwana?”-tentu saja kutanyakan dengan bahasa dan logat lokal yang kental. Dia berkata singkat bahwa dirinya tidak tahu. (Sekedar catatan, Tribhuwana adalah penguasa Majapahit ketiga, dan termasuk jajaran raja besar karena era pemerintahannya Majapahit memulai politik ekspansi dan Nusantara akan memasuki babak baru sejarah).
Aku lanjutkan bertanya lagi pada pemuda yang menurut pengamatanku sangat tipikal sebagai generasi nongkrong itu. “Apakah anda tahu Ken Dĕdĕs?”
“Sampeyan suka ketoprak ya?” katanya. Ketoprak adalah seni pertunjukan yang berasal dari Jawa tengah, biasanya menggunakan kisah-kisah panji termasuk Ken Angrok-Ken Dĕdĕs. Namun kali ini pemuda itu bisa menjawab, meski dengan sangat minim. Katanya Ken Dĕdĕs adalah orang zaman dulu, kalau tidak salah pasangan Ken Angrok. Lebih dari itu dia tidak tahu. Pokoknya orang zaman dulu-dia menegaskan.
Aku sudah coba bertanya ke beberapa orang bertipikal macam-macam, rata-rata mereka mengerti Ken Dĕdĕs, minimal mendengar namanya-ada yang yakin itu nama angkot, tulisan di truk, nama rumah makan, dan lain sebagainya. Ini memberi kesimpulan, untuk orang paling awam sekalipun, nama Ken Dĕdĕs lebih dikenal daripada nama rumit Tribhuwana Wijayatunggadewa.
Pola yang demikian juga terjadi di masa lalu, k ebesaran nama Ken Dĕdĕs di tengah masyarakat terlihat kasat mata oleh pemberian nama sebuah arca yang kini terkenal dengan sebutan arca Ken Dĕdĕs. Arca ini sebenarnya arca Prajnaparamita perwujudan Gayatri salah satu putri Raja Kertanegara. Arca ini ditemukan di candi kecil tak jauh dari candi Singhasāri-Malang. Kemungkinan besar patung ini adalah dewi ilmu pengetahuan bila dilihat dari sulur teratai yang menanggung keropak tempat kitab. Arca yang sempat diboyong ke negeri Belanda, dan baru tahun 1978 dikembalikan ke pemerintah Indonesia ini begitu indah dan seolah menyihir para penikmatnya untuk terus mengagumi. Nah, ketika pertama ditemukan, langsung merebak di tengah masyarakat bahwa arca tersebut adalah Ken Dĕdĕs. Rakyat awam tidak kenal dengan Gayatri, Prajnaparamita, Sri Sarasvati atau sederet nama-nama sansekerta yang aneh lainnya, rakyat hanya tahu Ken Dĕdĕs. “Pokoknya ratu cantik, ya Ken Dĕdĕs.” Kata seorang sales di warung yang lain.
Bagi sebagian masyarakat, Ken Dĕdĕs adalah wanita agung, kelahirannya adalah takdir langit untuk mengalirkan darah raja-raja besar. Tapi apakah memang demikian, mitos yang diagungkan ini benar-benar ada atau hanya rekaan penulis serat Pararaton? Jika hanya mitos, maka sungguh ironis sekali mengingat namanya lebih dikenal daripada ratu besar Tribhuwana yang betul-betul eksis dalam sejarah. Saya mencoba mengamsusikan Ken Dĕdĕs benar-benar ada-itu memuaskan imajinasi saya sebagai penulis, dan tergelitik menilai sejauh apa kita mengagungkan wanita desa yang sederhana ini.
Pararaton adalah sumber terbaik sekaligus biang dari mitos Ken Angrok-Ken Dĕdĕs. diceritakan di sana, Ken Dĕdĕs-wanita yang terkenal kecantikannya dari desa Panawijen di kaki gunung Kawi, adalah sosok yang memiliki perbawa besar, yang dikenal dengan istilah nareswari (hingga Ken Dĕdĕs sendiri disebut ardhanareswari-menurut kitab Sutasoma adalah gelar teragung Parwati sebagai ibu/ratu para dewa). Konon, siapa pun yang memperistri wanita seperti ini, akan menggenggam kekuasaan, dan menurunkan raja-raja besar. Namun nasib Ken Dĕdĕs sendiri tak sebahagia takdirnya yang begitu besar. Dia diperistri secara paksa oleh Tunggul Amĕtung. Ayahnya, Mpu Parwa sedang bertapa saat sang penguasa Tumapel, Tunggul Amĕtung datang dan tergoda oleh kecantikan Ken Dĕdĕs. Dengan paksa sang penguasa membawa lari Ken Dĕdĕs hingga menimbulkan kutukan dari Mpu Parwa.
Amĕtung berhasil menanamkan benihnya di rahim Ken Dĕdĕs
Ken Angrok, seorang peminum dan perampok yang mengabdi pada Tunggul Amĕtung, memergoki Ken Dĕdĕs yang sedang bersama sang penguasa Tumapel itu dan menurut Pararaton, Ken Angrok tak sengaja melihat perbawa nareswari pada Ken Dĕdĕs. … kengkis wetisira, kengkab tekeng rahasyanica, nener katon murub denira Ken Angrok…Angin menyingkap kain Ken Dĕdĕs dan tersingkaplah betis dan “rahasianya” yang bersinar.
Dipenuhi rasa heran, Ken Angrok bertanya pada Loh Gawe, pendeta asal India yang juga menjadi ayah angkatnya. Dari Loh Gawelah Ken Angrok mengetahui tentang keutamaan sinar nareswari.
Hati Ken Angrok dibakar asmara setelah melihat bagian tubuh yang paling rahasia milik Ken Dĕdĕs tersebut-oleh nafsu dan ambisi politik.
Sampai di sini kutarik kesimpulan, Ken Dĕdĕs adalah perwujudan fantasi paling didambakan lelaki Jawa: sebagai pemuas nafsu biologis dan pemuas nafsu sosial, yakni kekuasaan.
Sebagai perampok Ken Angrok tergerak juga untuk merampok kesucian rumah tangga Ken Dĕdĕs. Atas nasehat Bango Samparan yang juga ayah angkatnya yang lain, Ken Angrok memesan keris pada Mpu Gandring. Konon, karena tidak sabar, Ken Angrok membunuh Mpu Gandring yang menurutnya sengaja berlambat-lambat dalam bekerja. Mpu Gandring mengutuk Ken Angrok, bahwa keris yang dibawanya itu akan menimbulkan pertumpahan darah turun temurun.
Ken Angrok memulai siasatnya yang licin. Dia meminjamkan keris gandring pada Kebo Ijo sahabatnya, yang direncanakannya sebagai kambing hitam. Kebo Ijo memamerkan keris itu pada siapa pun. Pada malam hari, Ken Angrok menghabisi Tunggul Amĕtung dengan keris tersebut. Tak pelak Kebo Ijo yang akhirnya dituduh. Dengan demikian, Ken Angrok bisa merebut tahta Tumapel dan memperistri Ken Dĕdĕs.
Sesuai kutukan Mpu Gandring, anak turun Ken Angrok diwarnai saling bunuh atas nama balas dendam, antara keturunannya dengan keturunan Ken Dĕdĕs bersama Tunggul Amĕtung. Sesekali dalam kemelut itu, keturunan Ken Angrok bersama Ken Umang, permaisurinya yang lain, ikut muncul meramaikan acara bunuh membunuh. Setelah bersimbah darah oleh dendam turun-temurun, keturunan Ken Angrok bersama Keturunan Tunggul Amĕtung akhirnya bersatu kembali setelah garis keempat, berupa pernikahan Raden Wijaya dengan putri-putri Kertanegara-sejarah Majapahit pun dimulailah.
Namun bila kita membayangkan posisi Ken Dĕdĕs-sejenak saja bayangkan-sungguh memiliki jalan hidup yang tragis. Ketika remaja direnggut paksa dari orang tuanya untuk jadi tumpahan nafsu penguasa lebih tua. Ketika sedang hamil pertama, suaminya dibunuh di depan matanya, dan dia sendiri sejak itu harus melayani nafsu orang yang membunuh suaminya tersebut.
Tak ada catatan mengenai akhir hidup Ken Dĕdĕs, meski dirinya diagungkan sedemikian-sang ardaneswari bukanlah gelar main-main, sebagai wanita yang melahirkan raja-raja besar di Singhasāri dan Majapahit. Jika pun tanpa unsur supranatural tersebut, minimal dia adalah seorang permaisuri raja besar. Suaminya, anak-anaknya, dan keturunannya memiliki catatan jelas kematian mereka dan di mana di darmakan. Istri-istri Raden Wijaya juga jelas tempat pendarmaannya. Namun Ken Dĕdĕs? Tak ada catatan kapan kematiannya, dan dimana dia dicandikan. Peran “istri Batara Syiwa” ini sepenuhnya dianggap selesai setelah tugasnya rampung, yakni sebagai “mesin peranakan”.
Nilai “mesin” itu ditinggikan karena benda hasil “produksinya” demikian tinggi, yakni raja-raja Jawa.
Tidak ada peran apa pun yang diberikan Ken Dĕdĕs pada sejarah selain dari ini. Dan dari generasi ke generasi membeo alih-alih mengagungkan Ken Dĕdĕs. Jika apa yang diceritakan serat Pararaton benar adanya, maka jelas sejarah sudah memperlakukan sosok Ken Dĕdĕs dengan sangat buruk, meski kita memitoskan dia sebagai wanita agung kiriman langit. Setelah “mesin peranakannya” berfungsi baik, dia ditendang dari catatan sejarah.
Bagiku unik ketika melihat wanita-wanita zaman kapak yang besar namanya. Kebesaran itu bisa beraneka ragam, dan khusus kebesaran Ken Dĕdĕs adalah terlalu tipikal-wanita banget produk fantasi para penguasa Jawa (baca: lelaki Jawa): ketika seksual dan status sosial adalah segala-galanya. Cleopatra besar karena permainan politiknya, Boadicea besar karena bacokannya, namun Ken Dĕdĕs besar karena…????? Tak lebih.
Asisi Suharianto
Ken Dĕdĕs, Diagungkan atau Direndahkan?
Share this
Related Articles :
Arsip Blog
-
▼
2006
(6743)
-
▼
Oktober
(1362)
- Merapi, Antara Mitos dan Kepercayaan
- IBNU AL-HAITSAM: SEJARAH PENEMUAN OPTIK DAN PENGAR...
- Penaklukkan-penaklukkan atas Kerajaan Melayu
- Sejarah Tahun Baru
- World History and the Secret to Studying
- Apakah Benar Sniper Aceh Itu Ada, Atau Hanya Donge...
- Teori Evolusi Darwin ditepis Islam
- Kuil Berusia 2.750 Tahun Ditemukan di Israel
- Pantau Hilal Lewat 'Streaming' Bosscha
- Fosil Kayu Tertua di Dunia
- Reaktor Nuklir Mungkin Dibangun di Bulan
- Seabad Lagi, 1 Syawal Tak Perlu Diributkan
- Mars Dahulu Memiliki Samudra
- Berapa Jumlah Spesies Penghuni Bumi?
- Digali, Peternakan Tertua Berumur 9000 Tahun
- Misteri UFO Kembali Muncul di Siberia
- Kisah Raja dan Budak Hitam
- Kenali Musuh Anda – Daftar Anggota “Komite 300”
- Pustaka Lontar
- Peralihan Kekuasaan Kesultanan Mataram 1578 - 1677
- Dua Kerangka Manusia Prasejarah Ditemukan di Goa K...
- Yahudi Gagal Membunuh Nabi Isa A.s.
- Komplotan Roma (The Club of Rome)
- Waspadai “Injilisasi” Umat Islam bag. 2
- Waspadai “Injilisasi” Umat Islam bag. 1
- Apa buktinya Bibel dikarang oleh manusia ?
- Benarkah Isa Itu Tuhan?
- Inilah Bukti-bukti Kesesatan Islam Jama’ah – LDII
- Meneliti Riwayat Kesucian Al Kitab (Bible)
- Mempertahankan Peradaban Aceh
- Peninggalan Hindu di Mesjid Tua Indrapuri
- Merekam Jejak Ratu Perang Aceh Cut Nyak Dhien
- Menelisik Silsilah Raja-Raja Islam di Aceh
- sejarah-singkat-aceh-darussalam
- Hubungan Mesra Aceh dan Inggris
- Penampakan UFO di atas gedung BBC London - Rekayasa?
- Asteroid Raksasa Nyaris Hantam Bumi
- Planet Kembaran Bumi Diprediksi Ditemukan Pada 2013
- Umat Kristen Tak Yakin Yesus Lahir 25 Desember
- Natal dan Tahun Baru Syi'ar Agama Kafir, Umat Isla...
- Istana Al-Bahia, Mutiara di Kota Marrakech (3)
- Istana Al-Bahia, Mutiara di Kota Marrakech (4-habis)
- Istana Al-Bahia, Mutiara di Kota Marrakech (1)
- Istana Al-Bahia, Mutiara di Kota Marrakech (2)
- Ensiklopedi Islam: Ka'bah (2-habis)
- Sejarah Papua, Sesatkah?
- Ternyata Makam Pahlawan KH. Mas Mansyur dekat Suna...
- THE HOLLYWOOD KABBALAH CULT UNMASKED
- Gunung Padang Cilacap Berbentuk Piramida
- VIDEO: Situs Gunung "Piramida" di Cilacap
- Ditemukan Puluhan Mumi Anak Berusia 1000 Tahun
- 'Alien Pertama Temuan Manusia Sangat Modern'
- Ingin Tahu Bentuk Tetesan Air di Luar Angkasa?
- 9 Nama Iblis yang Menggoda & Menjerumuskan Manusia
- Surat Perjanjian Hitler Dengan Iblis
- Gambar UFO Masa Lalu
- Fenomena Aneh Di Langit Singapura
- Orang Inuit : "Something Wrong with The Sun, Earth...
- Situs Prasejarah 3 zaman (sejak 20.000 thn yang la...
- Apa Benar Orang Sunda Berdarah Arya
- Kisah Syafa’atul ‘uzhma, keistimewaan Rasulullah S...
- Tanda Kiamat Akan Muncul di Arab Saudi!
- Rahasia Mengejutkan Moyang Awal Manusia
- TANAH JAWA : TANAH KERAMAT, TANAH PARA NABI ??
- Meriam Lada Sicupak, Jejak Turki di Bumi Peureulak
- Syeikh Abbas Kuta Karang Ahli Astrologi Aceh
- Para Sultan Keturunan Dinasti Sayed
- Menyusuri Hubungan Mesra Kerajaan Aceh Darussalam ...
- Fenomena Blackhole Dan Mukjizat Tak Terbantahkan S...
- Rahasia Dibalik Kalimat Adzan Di Waktu Subuh
- Ilmu Psikologi Dan Hancurnya Pemerintahan Islam Turki
- Misteri Kehancuran Kota Sodom Terungkap Oleh Sains
- Peradaban Aceh Bak Oase Gurun Sahara
- Dinar Dirham Telah Kembali di Bumi Aceh Darussalam
- Asal Muasal UFO
- Fenomena misterius di langit Xian - UFO, Naga atau...
- Flashback: Foto sepasang naga Kutai yang menggempa...
- Apakah Alien Itu Benar-benar Ada? .
- Kota Misterius' Muncul di Atas Sungai China
- Inilah Takdir Bumi
- Inilah Rahasia Terbesar Bulan
- Ilmuwan Rusia: 2031, Manusia Akan Bertemu Alien
- Asteroid Sebesar Bus Dekati Bumi
- Menelusuri Arsip Perdagangan di Hindia Timur
- Peradaban Manusia
- Hubungan Islam-Kristen: Catatan Sejarah untuk Kola...
- Ensiklopedi Islam: Ka'bah (1)
- Filosofi Gelap Freemasonry Ateis (3-habis)
- Filosofi Gelap Freemasonry Ateis (1)
- Ummul Quro (Makkah): Kota Tertua Dunia
- Nisan Bertuliskan Kalimat Syahadat: Saksi Bisu Per...
- Filosofi Gelap Freemasonry Ateis (2)
- Sejarah Lembaga Keuangan Islam
- Emas Berasal dari Angkasa Luar
- Ayasofya, Saksi Kisah Dramatis Jatuhnya Konstantin...
- Ahli: Tak Ada Alasan Takut Pada Alien
- Lintasan Sejarah NTT
- Apa yang Terjadi Jika Bumi Berhenti Berputar?
- Menguak Misteri Kehidupan Luar Angkasa
- Belajar dari Sejarah Bencana Sumatera
- Sultan Iskandar Muda; Kerajaan Aceh Menurut Catata...
- Hari Kiamat, Mengeringnya Sungai Eufrat
- Hilangnya Sebuah Desa di China Secara Misterius
- Planet Berlian dari Bintang Mati
- Misteri Goa Terbesar di Dunia yang Angker dan Meng...
- Bintang Terdingin Lebih Dingin dari Api
- Kisah di balik Gedung Sate, Bandung
- Konstantinopel & Roma
- Fosil Mirip Tikus Bisa Ungkap Evolusi Manusia
- Ada Sungai di Bawah Sungai Amazon
- Jika Bukan Keju, Terbuat dari Apa Bulan?
- NASA Temukan Bintang Terdingin di Semesta
- Dajjal: Dari Zionisme Hingga Dolar?
- Dajjal, Si Pembuat Kerusakan di Muka Bumi
- Freemason dalam Sejarah Indonesia
- Inilah Illuminati dan Bahayanya
- Inilah Bahaya Dajjal
- Inilah Ciri-ciri Dajjal Menurut Rasulullah SAW
- Gerbang Lod: Inilah Tempat Penaklukan Dajjal
- In Picture: Yerusalem dan Sekitarnya 120 Tahun Silam
- Misteri Dajjal di Segitiga Bermuda
- Memugar Situs Kutai di Sulawesi Selatan
- Sejarah Pengukuran Bumi
- Kenapa Dulu Eropa Terobsesi Rempah-rempah?
- Obyek Misterius Melubangi Saturnus
- Ilmuwan Temukan Jejak Mahkluk Tertua di Bumi
- Para Perempuan di Sekeliling Sultan Iskandar Muda
- Sultan Iskandar Muda; Surat Dagang Kerajaan Aceh d...
-
▼
Oktober
(1362)