Kairo(ANTARA News) - Kedutaan Besar RI (KBRI) Kairo menyebarkan nomor kontak telepon "hotline" siaga untuk memantau keamanan seluruh warga negara Indonesia di negara itu terkait membaranya krisis di Mesir.
"Belum ada rencana evakuasi, namun hotline siaga telah disebarkan kepada semua WNI untuk menjamin keamanan," kata Kepala Fungsi Penerangan, Sosial Budaya KBRI Kairo, Dahlia Kusuma Dewi, Senin.
Ada tiga nomor telpon hotline siaga yang disediakan KBRI, yaitu +20227947200, +20227947209 dan +201015185795
Dahlia kembali mengimbau seluruh WNI agar tetap waspada, menghindari tempat unjuk rasa, dan segera melaporkan kepada KBRI bila mengalami gangguan keamanan.
KBRI juga menegaskan agar seluruh WNI menjaga sikap netral dan tidak mencampuri urusan dalam negeri Mesir baik lisan, tulisan maupun aksi.
Sementara itu, kondisi keamanan di Mesir kian kritis menyusul bentrokan antara tentara dan Ikhwanul Muslimin pada Senin yang menewaskan 42 orang dan ratusan lagi cedera.
Ikhwanul Muslimin memperkuat barisan dengan membarikade jalan-jalan ke arah Biundaran Rabiah Adawiyah dengan batu bata dan pagar besi.
Sudah 10 hari Ikhwanul Muslimin menduduki Bundaran Tahrir di Kairo timur, sementara oposisi di Bundaran Tahrir, pusat kota Kairo.
Krisisi keamanan ini akan semakin meruncing karena ada rumor bahwa telah terjadi perpecahan di tubuh Angkatan Bersenjata terkait kudeta institusi yang melengserkan Presiden Moursi pada Rabu lalu.
Rumor mengenai perpecahan di kalangan petinggi militer itu dibantah keras oleh Angkatan Bersenjata.
"Isu perpecahan itu bohong, tidak bedasar," kata militer seperti dikutip koran Al Ahram, Ahad.
Menurut koran berpengaruh di Mesir itu, Wakil Kepala Lembaga Keamanan Nasional, Jenderal Ahmed Abdel Gawad, ditangkap inteligen karena diketahui berbincang telepon dengan Wakil Mursyid/pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimi, Khairat Al Shater.
Shater dan sejumlah petinggi Ikhwanul Muslimin telah ditangkap termasuk Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan, Saad Katatni.
Perpecahan hebat juga terjadi dalam aliansi yang menggulingkan Moursi bertalian dengan pembentukan kabinet.
Gerakan Tamarrod (Pemberontah) yang mempelopori demo besar 30 Juni sehingga memaksa Moursi dilengserkan, telah mengajukan tokoh oposisi Mohamed Elbaradei, untuk menjadi perdana menteri, namun ditolak kubu Islam penyokong kudeta.
Posisi anggota kabinet transisi juga menjadi perebutan antar penyokong pelengseran Moursi.
http://www.antaranews.com/berita/384177/kbri-kairo-sebarkan-hotline-siaga