Dua bocah SD bersaudara tewas tertabrak kereta api

Tasikmalaya, Jabar, (ANTARA News) - Dua siswa Sekolah Dasar (SD) tewas tertabrak Kereta Api Argo Wilis jurusan Bandung-Surabaya di jalur tikungan rel Gersik, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Sabtu.

Korban merupakan dua saudara, Raka (13) warga Margacinta dan Kiki (12) warga Tegal Lega, Kota Bandung, yang sedang berlibur kenaikan kelas di rumah neneknya di Tasikmalaya.

Kapolsek Cisayong, AKP Semiyono, mengatakan peristiwa itu murni musibah tertabrak Kereta Api saat sedang bermain di rel.

"Kemungkinan korban terlalu asyik bermain dan tidak sadar ada kereta api datang," katanya.

Ia menuturkan, berdasarkan keterangan saksi mata, kedua korban bermain di kawasan rel kereta api tidak jauh dari permukiman rumah penduduk sekitar pukul 09.45 WIB.

Kemudian datang Kereta Api Argo Wilis dari arah Bandung lalu menabrak kedua anak itu hingga terpental jauh keluar jalur rel.

"Warga sempat memberitahukan ada kereta, korban juga sempat lari namun akhirnya tertabrak hingga terpental ke sawah," katanya.

Dikatakan Semiono, korban Kiki tewas seketika di lokasi kejadian, sementara Raka setelah terpental masih keadaan hidup, namun meninggal dunia ketika akan dibawa ke rumah sakit.

Kedua korban, kata dia, tewas karena mengalami luka di sekujur tubuh, dan beberapa bagian badan terdapat patah tulang.

"Korban meninggal karena mengalami luka dan patah tulang. Sekarang sudah ditangani keluarganya," kata Semiono.


http://www.antaranews.com/berita/382706/dua-bocah-sd-bersaudara-tewas-tertabrak-kereta-api