Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengaku tidak terkejut dengan sinyal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kemungkinan menolak kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Sudah biasa, bukan isu, bukan sesuatu yang `surprise` (mengejutkan). Dinamika pembahasan menolak, itu kan biasa. Namanya dinamika politik," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.
Ia mengharapkan agar semua pihak tetap dingin dalam masalah tersebut, mengingat hal ini bukan hanya bbm semata namun juga APBN.
"Karena ini menyangkut APBN, ini bukan hanya persoalan pemerintah, di anggaran untuk kepentingan negara, pastilah sama pemerintah, DPR dan lembaga-lembaga negara, ingin selesaikan secepat mungkin," katanya.
Wakil ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan sekretariat gabungan (Setgab) perlu menegakkan disiplin agar koalisi partai politik dalam pemerintah tersebut dapat bertindak kompak dan sejalan.
Agung mengatakan hal itu di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, menjawab pertanyaan terkait sinyal dari PKS yang akan menolak kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi dan program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang kini tengah diajukan ke DPR melalui RAPBN P 2013.
"Saya kira harus dipikirkan bareng-bareng. Tapi menurut saya penegakkan disiplin penting. kalau `nggak`, tidak ada manfaatnya kita bergabung kalau kayak gini terus," katanya.
Ia mengemukakan, sebagai sesama anggota koalisi, partai-partai yang tergabung dalam sekretariat gabungan, turut serta berpartisipasi menyukseskan kesepakatan-kesepakanya yang ada.
"Sebaiknya kesepakatan-kesepakatan apa pun kita sepakati dengan cara demokratis, iklas dan tinggal dilaksanakanlah apa pun kesepakatan politik, terlebih-lebih kalau menyangkut dengan kenaikan harga bbm atau kompensasinya, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak," katanya
Sementara itu, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik optimistis bahwa PKS akan sepakat terhadap kebijakan tersebut pada paripurna mendatang karena menyadari pentingnya hal itu bagi masyarakat miskin.
"Ini kan belum final, finalnya di paripuna. Kita berupaya penergtian dari semua. Sehingga belum bisa yang tidak setuju kita tinggalkan, karena belum final. Saya yakin diterima," katanya.
http://www.antaranews.com/berita/378338/hatta-tidak-terkejut-pks-tolak-kenaikan-bbm